Website Zainuddin Maliki

Unsur Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (UP-BNPB), Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur, dan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya

Rabu, 17 September 2008

Pembelajaran Autentik




Guru klas 8 SMP Santa Maria, Perth, mengajarkan Society and Environment dengan pendekatan authentic learning dengan membawa siswanya ke Kings Park, yang menjadi icon wisata di ibu kota Australia Barat itu.
Dengan pendekatan pembelajaran autentik, siswa tidak hanya belajar secara abstrak, tetapi belajar lebih nyata, dan kontekstual.

4 comments:

menarik kalau pendekatan authentic learning dikembangkan
bisa lebih efektif emang
bisa mencerdaskan kognisi, afeksi sekaligus kekuatan motorik siswa
tapi kan kelemahannya memerlukan waktu banyak, target kurikulum bisa nggak kecapai, padahal untuk lulus unas kan harus terpenuhi,
kalau muatan kurikulum tidak terpenuhi, lalu tidak lulus unas, bisa fatal....

Dalam tradisi behaviorisme kata Mary James evaluasi prestasi siswa dilakukan dengan melihat level hirarki prestasi, dan menekankan benar atau salah (lihat Gardner, 2006:55). Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam bentuk objective test dengan lebih sering menggunakan sistem tertutup, seperti multiple choice, pencocokan (matching), menyempurnakan (completion) dan salah atau benar (true-or false).
System evaluasi yang menggunakan objective test seperti yang dipakai dalam ujian nasional, sangat tidak memadai untuk dapat menghantar siswa menjadi manusia yang berkompeten. Seperti yang dikatakan oleh Wiggins (1998) system evaluasi akan efektif jika didasarkan pada prinsip-prinsip penilaian autentik (authentic assessement). Penilaian dalam hal ini dilakukan dalam konteks pembelajaran yang nyata. Di dalamnya disusun model evaluasi yang mendorong siswa mampu melakukan konstruk dan rekonstruksi pengetahuan secara autentik, menumbuhkan disiplin mencari (inquiry) informasi, pengetahuan dan nilai-nilai untuk memecahkan masalah. Bukan hanya memecahkan masalah di sekolah tetapi dalam kehidupan nyata di luar sekolah.

sistem pembelajaran autentik perlu dikembangkan dalam sistem pendidikan karena akan lebih mudah diterima oleh siswa dan diterapkan langsung dilapangan.;...

Kiranya tepat, kalu sistem pembelajaran autentik lebih dikembangkan dalam sistem pendidikan. Di samping lebih mudah diterima oleh siswa dan diterapkan langsung dilapangan, juga hasilnya efektif. Namun sayang, guru kita kehilangan kesempatan untuk bereksplorasi dalam model pembelajaran autentik. Guru kita lebih banyak bereksplorasi dalam pembelajaran konservatif, karena cara ini efektif untuk menyiapkan siswa didik berhasil dalam ujian nasional.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More